Jason Mraz adalah orang selatan california yang ingin dilahirkan di virginia untuk mengerjakan tugas singkat di new york, yaitu belajar seni musik teater kuno. Jason Mraz mulai bermain gitar sudah agak terlambat, 18, di ladang strawberry dan di jalan-jalan manhattan. Selama masa percobaan, Jason Mraz terinspirasi oleh psikis di tengah taman jalan ke mimpi dia hari ini. Pelajaran yang diberikan kepadanya adalah "Untuk menghindari sang penanya dan pergi dengan apa yang anda ketahui." ujar Jason Mraz. Dan berikut pedoman ini juga sebagai naluri untuknya bernyanyi, dan ia akhirnya membuat jalan keluarnya ke barat di mana dia telah menghabiskan dua tahun di san diego untuk belajar dari yang terbaik tentang tidur, perdamaian, dan puisi dalam lagu.
Jason Mraz selalu memiliki visi untuk melihat bagaimana lagu dapat menafsirkan kepada pendengar untuk dipahami. Apa yang dimulai dari sebagai "lagu untuk tidur", sebuah koleksi lagu-lagu untuk album yang cocok untuk didengar saat kehidupan mimpi, kini telah berkembang menjadi sebuah eksplorasi Jason Mraz.
Senin, 30 Januari 2012
Jumat, 27 Januari 2012
Laptop Esemka
VIVAnews - Sukses siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ternyata tak hanya di bidang otomotif saja. Selain mobil merek Kiat Esemka, mereka juga mampu merakit dan membuat komputer personal.
"Jadi bukan hanya mobil Kiat Esemka saja yang dihasilkan tapi juga Laptop Esemka," kata Staf Khusus Mendikbud bidang Komunikasi dan Media, Sukemi kepada VIVAnews.com, Selasa 3 Januari 2012.
Menurut dia, kecanggihan laptop dan komputer buatan siswa SMK Indonesia itu tak kalah dengan buatan pabrik. Laptop-laptop Esemka itu telah berhasil dirakit oleh siswa SMK di sejumlah daerah. "Ada di Cikarang, Surabaya, Jawa Tengah juga ada. Banyak, saya lupa nama SMK-nya," kata dia.
Sama halnya dengan produksi mobil Kiat Esemka yang 80 persen menggunakan komponen lokal, Laptop Esemka juga diupayakan menggunakan komponen lokal. "Namun tidak dipungkiri sebagian komponen kita masih berasal dari luar," ujar Sukemi.
"Untuk laptop kita kerjasama dengan salah satu vendor, nanti namanya menjadi misalnya, Lenovo Esemka."
Dia menambahkan, program-program keahlian di SMK memang menjadi perhatian Kemendikbud. Siswa SMK diberi keahlian khusus supaya nantinya siap terjun di dunia kerja setelah lulus. Kemendikbud, kata dia, akan terus menerapkan program keahlian untuk siswa SMK itu.
"Program ini akan terus menerus dikembangkan, karena program ini mengenalkan sisi riil yang akan dihadapi oleh siswa. Namanya link and match, untuk keahlian. Itu tuntutan," kata Sukemi.
Greyson - Hold on till the night
Watching the minute hand
Frozen solid not moving
Still we believe we can
But we're afraid of losing
Watching from over here
It's hardly worth competing
I'm almost out of here
While breaking a heart that's beating
Just as I start giving up
I'm not backing up
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
I climbed up on a tree
To get a new perspective
If love is worth the time
The price is being rejected
Just as I start falling down
I turned this around
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
Hold on til I'm with you
All I've got to give you
All my fears are slowly fading to never know
Yes I start running running running running!
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
(Believe that this is the night)
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
Frozen solid not moving
Still we believe we can
But we're afraid of losing
Watching from over here
It's hardly worth competing
I'm almost out of here
While breaking a heart that's beating
Just as I start giving up
I'm not backing up
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
I climbed up on a tree
To get a new perspective
If love is worth the time
The price is being rejected
Just as I start falling down
I turned this around
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
Hold on til I'm with you
All I've got to give you
All my fears are slowly fading to never know
Yes I start running running running running!
Run into the light
Get out of your own way
Not afraid to fight
Believe in what you say
I'll hold on till the night
(Believe that this is the night)
Hanging by a thread
I'm not scared to let go
Thoughts inside your head
That creep up to get you
I believe this is right
So I'll hold on til the night
Selasa, 24 Januari 2012
kecelakaan maut di tugu tani
Keluarga korban kecelakaan maut di Tugu Tani, Jakarta, menuntut agar pengemudi Xenia hitam bernopol B 2479 XI, Afriyani Susanti, dihukum seberat-beratnya.
Joni Budianto, ayah dari korban luka bernama Keny (7 tahun), meminta agar periode hukuman yang diberikan kepada Afriyani disesuaikan dengan jumlah korban kecelakaan tersebut.
“Kalau 6 tahun menurut saya tidak cukup. Paling tidak lebih dari 13 tahun, sesuai dengan jumlah korban,” ujar Joni usai menerima santunan dari Jasa Raharja di Ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Januari 2012.
Joni berharap, hukuman yang diberikan kepada tersangka disesuaikan dengan dampak yang timbul akibat kecelakaan tersebut. “Saya menyerahkan kepada yang berwajib. Tapi bagaimanapun, ada rasa sakit hati kepada pelaku,” kata dia.
Saat ini, kondisi Keny masih terkulai lemas di Paviliun Anak RSPAD Gatot Subroto. Keny masih belum bisa diajak bicara. Ia juga sering mengeluh sakit di kepala, dan suhu badannya masih tinggi mencapai 39 derajat celcius.
Sebelumnya, Mulyadi Hamdan yang merupakan ayah dari salah satu korban tewas, Ari alias Buhari (17 tahun), secara tegas menyatakan uang santunan tersebut tidak berarti apa-apa dibandingkan nyawa anaknya yang melayang.
“Duit segitu tidak ada artinya. Berapa pun tidak ada artinya kalau nyawa anak saya hilang,” kata dia. Mulyadi menuturkan, sampai saat ini dirinya belum bisa mengikhlaskan kepergian putra semata wayangnya itu.
Dia menuntut aparat hukum memberikan hukuman berat pada pelaku penabrakan. “Hukumannya seharusnya mati atau (dikurung) seumur hidup,” ujar Mulyadi.
Jika tidak, dia mengancam akan melakukan aksi balas dendam. “Kalau (pelaku hanya dihukum) 7 tahun, saya siap dihukum mati. Saya terang-terangan, bukan omong-kosong, saya siap menunggu kebebasannya (untuk balas dendam),” ucapnya. (umi)
Joni Budianto, ayah dari korban luka bernama Keny (7 tahun), meminta agar periode hukuman yang diberikan kepada Afriyani disesuaikan dengan jumlah korban kecelakaan tersebut.
“Kalau 6 tahun menurut saya tidak cukup. Paling tidak lebih dari 13 tahun, sesuai dengan jumlah korban,” ujar Joni usai menerima santunan dari Jasa Raharja di Ruang ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Januari 2012.
Joni berharap, hukuman yang diberikan kepada tersangka disesuaikan dengan dampak yang timbul akibat kecelakaan tersebut. “Saya menyerahkan kepada yang berwajib. Tapi bagaimanapun, ada rasa sakit hati kepada pelaku,” kata dia.
Saat ini, kondisi Keny masih terkulai lemas di Paviliun Anak RSPAD Gatot Subroto. Keny masih belum bisa diajak bicara. Ia juga sering mengeluh sakit di kepala, dan suhu badannya masih tinggi mencapai 39 derajat celcius.
Sebelumnya, Mulyadi Hamdan yang merupakan ayah dari salah satu korban tewas, Ari alias Buhari (17 tahun), secara tegas menyatakan uang santunan tersebut tidak berarti apa-apa dibandingkan nyawa anaknya yang melayang.
“Duit segitu tidak ada artinya. Berapa pun tidak ada artinya kalau nyawa anak saya hilang,” kata dia. Mulyadi menuturkan, sampai saat ini dirinya belum bisa mengikhlaskan kepergian putra semata wayangnya itu.
Dia menuntut aparat hukum memberikan hukuman berat pada pelaku penabrakan. “Hukumannya seharusnya mati atau (dikurung) seumur hidup,” ujar Mulyadi.
Jika tidak, dia mengancam akan melakukan aksi balas dendam. “Kalau (pelaku hanya dihukum) 7 tahun, saya siap dihukum mati. Saya terang-terangan, bukan omong-kosong, saya siap menunggu kebebasannya (untuk balas dendam),” ucapnya. (umi)
Langganan:
Postingan (Atom)