WASHINGTON - Seorang Ayah di Amerika Serikat memicu kontroversi, terkait video rekaman saat ia memarahi dan menembak laptop anak perempuannya hanya karena sebuah posting status Facebook.
Seperti diwartakan PCR, Senin (13/2/2012), dalam video yang telah megumpulkan 20 juta view dan lebih dari 220 ribu 'likes', Tommy Jordan duduk di hadapan kamera dan menjelaskan posting kasar yang dibuat oleh anak perempuannya di Facebook.
Anak perempuan tersebut berusia 15 tahun dan dalam status Facebook, mendeskripsikan pekerjaan rumah tangga yang dilakukannya merupakan sebuah perbudakan dan pantas menerima upah.
Ayahnya kebetulan sedang menghabiskan waktu untuk meng-update dan memasang perangkat lunak baru di laptop milik remaja putri itu, dan menemukan postingan berisi ejekan terhadap orangtuanya, dengan pengaturan privasi agar orangtuanya tidak bisa melihat posting tersebut.
Sang Ayah, Tommy Jordan, membaca surat itu dari sebuah print out, menegur anak perempuannya, kemudian mengatakan bahwa akan ada konsekuensi yang mengerikan. Konsekuensi itu adalah pistol semi otomatis kaliber 0.45 milimeter.
Jordan mengatakan bahwa satu-satunya laptop yang akan dapat digunakan oleh anak perempuannya adalah laptop yang dibeli sendiri lewat kerja paruh waktu. Tampaknya, ongkos peluru yang ditembakkan juga bisa jadi tanggungan anak perempuannya itu.
Meskipun banyak yang berkomentar dan mempertanyakan apa gunanya senjata api dalam perselisihan keluarga, banyak juga yang nampaknya mendukung tindakan keras terhadap perilaku menyimpang di jejaring sosial seperti Facebook.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar