WELCOME TO AYU BLOGS

Rabu, 21 Maret 2012

NBL indonesia



Dell Aspac Jakarta menjadi bintang seri kelima Flexi NBL Indonesia di DBL Arena Surabaya. Saat hari terakhir kemarin (18/3), mereka berhasil menggusur Satria Muda (SM) Britama Jakarta dari puncak klasemen. Torehan selalu menang dalam enam pertandingan seri kelima membuat tim besutan Tjetjep Firmansyah itu melejit ke posisi tertinggi.

Dalam laga terakhirnya kemarin, Aspac berhasil menang telak atas Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel 65-50. Tambahan dua poin dari kemenangan tersebut menjadikan Aspac mengoleksi 52 poin dari 28 pertandingan. Mereka unggul dua poin atas SM yang ada di peringkat kedua.

Namun, karena baru memainkan 27 pertandingan, SM sejatinya masih bisa mengejar Aspac. Penentuan apakah Aspac atau SM yang akan menjadi juara musim reguler adalah saat pertemuan mereka pada hari perdana seri keenam di Jakarta (31/3).

Sebelum mengalahkan Muba kemarin, Aspac sudah menggasak Garuda Speedy Bandung (11/3), Stadium Jakarta (12/3), Satya Wacana Angsapura Salatiga (14/3), Bimasakti Nikko Steel Malang (15/3), dan CLS Knights Good Day (17/3). Tentu saja, hasil itu menambah kepercayaan diri Aspac dalam menyambut seri keenam. Sebab, Garuda dan CLS adalah tim kuat yang akan menjadi pesaing dalam perebutan gelar juara nanti. Bahkan, Garuda berhasil mengalahkan SM di Surabaya.

Menanggapi hasil sapu bersih di Surabaya, pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah menyatakan bahwa permainan anak asuhnya terus membaik dari game ke game. Meski harus melakoni enam pertandingan dalam waktu delapan hari, fisik Mario Gerungan dkk tetap stabil.

"Lawan Muba hari ini (kemarin, Red), fisik anak-anak sempat terlihat kendur. Untungnya, itu tak berpengaruh di lapangan. Anak-anak tetap bisa menjaga konsentrasi dan fokus di lapangan," tutur Tjetjep kemarin.

Kunci kehebatan Aspac selama seri kelima adalah kekompakan. Kemarin, misalnya, seluruh pemain Aspac -baik starter maupun cadangan- bisa saling mengisi. Saat seorang pemain drop, pemain lain tampil hebat. Itu membuat perolehan poin pemain Aspac merata.

Dalam pertandingan sebelumnya, CLS Knights Good Day Surabaya kembali menelan pil pahit. Di hadapan ribuan pendukungnya, mereka menyerah 57-66 kepada Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta. Itu adalah kekalahan keempat CLS dari enam laga yang mereka jalani di seri kelima. Di antara lima seri yang telah berlangsung, itu adalah hasil terburuk bagi CLS.

Karena kekalahan tersebut, CLS sulit memperbaiki peringkat dalam satu seri tersisa. Sepertinya, mereka akan finis di urutan kelima. Itu lebih buruk daripada raihan musim lalu -mereka finis keempat di musim reguler. CLS harus bangkit pada seri keenam nanti. Sebab, mereka masih akan melawan tim kuda hitam, Muba dan Stadium Jakarta.

Sebaliknya, bagi PJ, kemenangan tersebut membuat mereka hampir pasti mengamankan posisi keempat. Itu hanya akan terjadi kalau mereka kalah empat kali di seri keenam dan CLS selalu menang.

Pelatih CLS Risdianto Roeslan menyatakan, timnya kehilangan momentum bangkit di kuarter terakhir. Sempat memangkas jarak poin hingga berselisih empat angka (48-44) saat kuarter terakhir berjalan dua menit, tembakan tiga angka shooter Ary Chandra membuat PJ kembali menjauh. Setelah itu, CLS tidak mampu mendekat lagi. (dra/ovi/c10/ang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar